
Malang – Kepala Banteng dan tanduk masih menjadi bagian yang mudah dikenali dalam pertunjukan Bantengan Segoro Geni. Namun, tampilan para pemain tidak berhenti pada bentuk tersebut. Kostum yang dikenakan juga terus mengalami perkembangan, mulai dari desain hingga variasi model.
Akbar Maulana (26), koordinator koreografi sekaligus yang mengurus perlengkapan Segoro Geni, mengatakan perubahan kostum berlangsung secara bertahap. Jika sebelumnya banyak kostum masih polos, kini desain dan sablon mulai digunakan untuk memperkuat tampilan kelompok.
“Pada awalnya banyak kostum yang masih polos. Seiring waktu, kostum mulai dikembangkan dan diberi desain atau sablon,” ujar Akbar.
Perkembangan tersebut membuat seragam Segoro Geni memiliki beberapa variasi. Meski begitu, bentuk dasarnya tetap berupa kaos dan tidak seluruh unsur penampilan diubah.
Tidak Semua Harus Berubah

Bagi Segoro Geni, perkembangan visual juga menjadi salah satu cara untuk membedakan kelompok mereka dengan kelompok Bantengan lainnya. Perbedaan tersebut terlihat dari bentuk kostum dan kain yang digunakan.
Mila (44), pemimpin kelompok kesenian Bantengan Segoro Geni, mengatakan pengembangan lebih banyak dilakukan pada model seragam dan koreografi. Sementara itu, kepala Banteng dan tanduk tetap dipertahankan sebagai bagian dari kesenian.
“Kepala Banteng dan tanduk tetap dipertahankan. Perubahan lebih banyak dilakukan pada bagian koreografi,” ujar Mila.
Perubahan tampilan pun tidak berarti meninggalkan bentuk yang sudah ada sebelumnya. Beberapa unsur tetap dipertahankan, sedangkan bagian lain dikembangkan mengikuti kebutuhan kelompok.
Selain kostum, setiap karakter Bantengan juga memiliki bentuk dan ciri khas masing-masing. Hal tersebut membuat tampilan setiap karakter tidak selalu sama.
Tetap Nyaman Saat Digunakan
Perubahan visual pada kostum tetap berjalan bersama kebutuhan pemain ketika tampil. Kostum bukan hanya digunakan untuk menunjang penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas pemain selama pertunjukan.
Dani Ageng (19), salah satu pemain Bantengan Segoro Geni, mengatakan dirinya merasa nyaman dan aman ketika mengenakan kostum.
“Merasa nyaman dan aman ketika menggunakan kostum,” kata Dani.
Beberapa bagian kostum membutuhkan bantuan teman ketika dikenakan. Setelah pertunjukan selesai, kostum juga tidak langsung diganti. Selama masih dalam kondisi baik dan tidak robek, pakaian dapat digunakan kembali.
Perubahan visual Segoro Geni akhirnya berjalan berdampingan dengan unsur yang tetap dipertahankan. Desain dan model kostum dapat berkembang, sementara kepala Banteng dan tanduk tetap menjadi bagian dari tampilan Bantengan.
Dari kostum polos hingga hadirnya desain dan sablon, perubahan tersebut menjadi bagian dari perjalanan visual Segoro Geni tanpa harus menghilangkan ciri yang telah melekat pada kesenian Bantengan.
