Baju Berbeda Setiap Suasana, Cara Mahasiswa Menyesuaikan Penampilan

Malang, 23 September 2026 – Pagi sebelum berangkat kuliah, satu pakaian mungkin terasa cukup. Namun, ketika sore berganti menjadi waktu nongkrong bersama teman, pilihan di dalam lemari bisa berubah. Baju yang tadi dipakai ke kampus belum tentu menjadi pilihan untuk bertemu teman. Begitu pula ketika ada acara tertentu. Ada pakaian yang memang disiapkan untuk suasana tertentu, meski setelahnya belum tentu kembali sering dikenakan.

Dari Kuliah hingga Nongkrong

Pakaian yang dipilih mahasiswa tidak berhenti pada soal selera. Tempat dan kegiatan yang akan dijalani ikut menentukan pakaian mana yang akhirnya keluar dari lemari.

Elsa (20), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, terbiasa memilih pakaian yang menurutnya sesuai dengan dirinya. Ia menyukai gaya feminim setelah banyak melihat gaya berpakaian perempuan di media sosial dan lingkungan sekitarnya. Baginya, pakaian juga menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan diri.

“lebih nyaman dan aku bisa mengekspresikan diriku dari situ gitu,” ujar Elsa.

Pilihan pakaian Elsa berangkat dari cara ia melihat dirinya sendiri. Namun, bagi mahasiswa lain, pakaian juga perlu menyesuaikan tempat dan suasana ketika dikenakan.

Khilda (21), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, mempertimbangkan tempat dan suasana sebelum menentukan pakaian. Saat kuliah, ia memilih pakaian yang lebih sopan karena harus bertemu dosen. Ketika nongkrong, pilihannya bisa lebih santai. Jika tempat yang dituju lebih fancy, pakaian yang dikenakan juga dibuat lebih rapi.

“Kalau untuk di pakaian itu mungkin enggak jauh beda, tapi tergantung tempat lagi,” ucap Khilda.

Pertimbangan terhadap tempat juga membuat pakaian yang digunakan untuk kuliah tidak selalu sama dengan pakaian ketika berkumpul bersama teman.

Hal serupa dilakukan Diva (22), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, yang membedakan pakaian berdasarkan kegiatan

Bagi Diva, suasana kuliah membuatnya perlu memilih pakaian yang lebih formal karena harus menggunakan kemeja. Sementara ketika nongkrong bersama teman, ia lebih bebas menentukan pakaian yang ingin dikenakan.

“Ya kalau di kelas tuh lebih formal karena kan harus pakai kemeja. Kalau misalnya nongkrong sama temen ya santai aja apa yang pengen ku pakai,” ujar Diva.

Baju untuk Momen Tertentu

Perbedaan suasana semakin terlihat ketika pakaian digunakan untuk acara khusus. Elsa memiliki kebiasaan memilih tema pakaian yang berbeda ketika Idulfitri. Tahun ini ia memilih pakaian bertema Melayu. Tahun sebelumnya, ia mengenakan pakaian bergaya Dubai. Pakaian tersebut hanya digunakan pada momen tersebut sebelum kembali tersimpan di lemari.

Pilihan seperti itu membuat satu pakaian memiliki fungsi yang berbeda dengan pakaian sehari-hari. Ada pakaian yang dipilih karena kebutuhan kuliah, ada yang digunakan ketika bertemu teman, dan ada pula yang muncul hanya ketika sebuah momen tertentu datang.

Nyaman Tetap Jadi Pertimbangan

Menyesuaikan pakaian dengan tempat dan suasana tidak berarti mahasiswa mengabaikan rasa nyaman. Setelah menentukan pakaian yang sesuai dengan kegiatan, kenyamanan tetap menjadi pertimbangan sebelum pakaian benar-benar dikenakan.

Bagi Khilda, pakaian yang jarang digunakan tidak selalu berarti harus disingkirkan. Ia masih mencoba mencari cara agar pakaian tersebut bisa kembali dikenakan. Salah satunya dengan mencari pasangan pakaian yang sesuai.

Cara tersebut menunjukkan bahwa pakaian yang jarang digunakan masih memiliki kemungkinan untuk kembali masuk dalam pilihan sehari-hari. Bukan karena modelnya berubah, tetapi karena ada cara lain untuk membuatnya terasa cocok.

Sementara itu, kenyamanan bagi Diva juga berkaitan dengan tampilan pakaian yang dikenakan. Ia lebih menyukai pakaian polos dengan warna netral karena merasa lebih nyaman dan percaya diri ketika mengenakannya.

Pilihan pakaian akhirnya tidak berhenti pada model. Tempat dan kegiatan menentukan pakaian yang dipilih, sementara kenyamanan membuat seseorang merasa cocok ketika mengenakannya. Dari ruang kelas hingga tempat nongkrong, pakaian yang keluar dari lemari mengikuti suasana yang akan dijalani.