Gaya berpakaian musisi atau anak band terus berubah dari tahun ke tahun. Gaya casual atau clean outfit kini menjadi tren gaya berpakaian anak band jaman sekarang. Pakaian yang dikenakan anak band bukan hanya bagian dari penampilan mereka. Ada karakter yang mereka tunjukkan melalui cara mereka berpakaian.
Pengaruh itu terlihat dari gaya musisi yang turut membentuk identitas visual mereka. Contohnya, hindia, mereka tetap mengenakan pakaian yang sama baik saat tampil di panggung maupun saat mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari. Fashion tidak hanya menciptakan gaya baru, tetapi juga mempertahankan gaya yang melekat pada diri musisi.
Namun, di tengah tren yang terus berubah, apakah anak band harus mengikutinya atau mempertahankan gaya yang sudah menjadi karakter mereka?
Jawabannya tidak. Asia Musik (Asmik), UKM Musik dari Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang, melihat fashion dengan cara mereka sendiri. Sabrina (22), sudah aktif nge-band sekitar satu tahun, melihat pakaian sebagai bagian dari penampilan dan karakter asmik. Saat tampil, ia dan anggota asmik lainnya memilih pakaian yang senada tetapi tetap nyaman.
Identitas di Atas Panggung
Bagi Sabrina, kesamaan pakaian menjadi salah satu cara untuk membuat penampilan band terlihat lebih menyatu. Salah satu pilihan mereka adalah menggunakan pakaian serba hitam saat tampil.
“Kalau band itu kita lebih suka yang senada.,” ujar Sabrina.
Menurutnya, warna hitam masih lekat dengan citra anak band dan dapat membantu menguatkan karakter mereka saat berada di atas panggung.
Bukan berarti pakaian harus selalu membawa pesan tertentu. Menurut Sabrina, fashion berfungsi sebagai identitas visual yang dapat dikenali audiens, dan dia melihat pakaian yang konsisten sebagai bagian dari identitas sebuah band.
Satriyo (21), mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang yang telah bergabung dengan asmik sekitar tiga tahun, mengatakan hal yang sama. ia mengatakan bahwa mengenakan pakaian saat tampil dapat membantu menunjukkan karakter musik yang dibawa sebuah band.
Pakaian menjadi salah satu bagian yang dapat menunjukkan karakter musik mereka. Satriyo menjelaskan bahwa asmik sering menggunakan dress code yang sama saat tampil, tetapi pakaian sehari-hari lebih bebas mengikuti kepribadian masing-masing.
“Biasanya kami menggunakan dress code,” ujar Satriyo.
Tetap Melihat Tren
Perkembangan mode tetap sulit dipisahkan dari media sosial. Media sosial di internet sekarang menjadi tempat di mana berbagai gaya muncul dan tersebar dengan cepat.
Sabrina mengakui bahwa cara band mereka memilih pakaian dipengaruhi oleh tren media sosial. Mereka masih melihat bagaimana gaya tersebut berkembang, bahkan ketika mereka memilih pakaian serba hitam.
“Kita tetep lihat zaman sekarang itu hitam-hitamnya gimana,” ujar Sabrina.
Bahkan Sabrina merasakan pengaruh tren dalam kehidupan sehari-harinya. Ia mengatakan bahwa tertarik pada barang-barang populer di media sosial.
“Aku ini anaknya FOMO,” ujar Sabrina.
Sabrina mengaku bahwa ia sering membeli sepatu atau brand lokal yang sedang populer.
Satriyo memiliki pandangan yang sedikit berbeda dengan Sabrina. Ia mengatakan tren fashion di media sosial tidak terlalu memengaruhi penentuan pakaian bandnya karena mereka sudah memiliki aturan berpakaian sendiri.
“Kalau untuk trend fashion kita tidak terlalu terpengaruh,” ujar Satriyo.
Mereka tetap mencari referensi dari band lokal maupun luar negeri, tetapi pilihan akhirnya lebih banyak disesuaikan dengan dress code dan tema acara.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pengaruh tren bagi setiap orang tidak selalu sama. Ada yang menjadikannya inspirasi, ada pula yang hanya menggunakannya sebagai referensi.
Gaya yang Tetap Nyaman
Meskipun harus selalu terlihat menarik di media sosial, Sabrina dan Satriyo lebih mengutamakan kenyamanan berpakaian ketika tampil. Mereka berpendapat bahwa penampilan tidak boleh menghalangi mereka untuk bergerak di atas panggung.
“Fashion itu buat kenyamanan aja sih,” ujar Sabrina.
Ia dan rekan-rekannya lebih memilih pakaian yang nyaman dan tetap dekat dengan gaya anak kuliahan.
Satriyo juga memilik pandangan yang sama. Ia tidak ingin memakai pakaian yang membatasi gerakannya karena itu bisa mengganggunya bermain musik.
“Fashion lebih ke arah kenyamanan pribadi,” ujar Satriyo.
Mereka tetap mengikuti tren yang ada di media sosial. Namun, tidak semua yang sedang populer harus mereka ikuti. Ada tren yang bisa dijadikan inspirasi dan tren yang disesuaikan dengan pribadi masing-masing.
